Artikel

Bingkai Keabadian

Ratap itu merayap,

Menyelinap diantara ari ari malam,

Membungkus kekalutan emosi menjadi serupa takdir yang terhempas.

Wujudku serupa belatung,

Yang meronta di sepotong roti usang di balik tong sampah tak bertiang.

Oh, inilah perjalanan tak abadi ku pada bingkai langit.

Yang tak menyisakan cahaya atau sebentuk warna.

Hanyalah nalar yang tak bertuan,

mengarahkan hati pada titik keabadian.

Dalam sepi tanpa arti dalam rindu tanpa sendu.

Air mata adalah cinta dari pipi keheningan

Related posts
Artikel

"PESAN KIASAN"

Orang komunikasi akan dengan mudah menangkapnya. Tak perlu pemaknaan dan pendalaman. Cukup kutip…
Read more
Artikel

TETAP BERPRESTASI PADA MASA PANDEMI

Wabah virus corona berdampak pada hampir semua sektor kehidupan. Tak terkecuali dengan sektor…
Read more
Artikel

AISYAH PUTRI ABU BAKAR ISTRI RASULULLAH

DARMEDIATAMA – Pecinta dunia maya sedang dimanjakan senandung syahdu “Aisyah Istri…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Khazanah’s Daily Digest and get the best of Khazanah Media, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *