PuisiRaksa Sastra

Kaum Rebahan

Puisi Karya

Nico Elfaliqi

Tirai tabir surya menyelinap menerobos awan pagi buta.

Yang terbangun tersentak atas paksaan ribuan tuntutan.

Yang terlelap menyeringai dalam mimpi tak kunjung berbuah.

Pertempuran antara keinginan dan sebatas angan.

Membuka mata bagi yang ingin, terpejam selalu atas mereka yang diam.

Mata angin menyaut dari setiap penjuru.

Putaran waktu mengajak bersenandung disetiap detakan jantungnya.

Aku ingin, engkau ingin, kita semua ingin.

Related posts
Puisi

Qarana

Melihat sepi dari jendela, Kemana hasrat itu berlari Rintihan hujan menambah kolase…
Read more
Puisi

Tak Ada Ruang

Melaksanakan kehidupan, Seperti jari bergerak, Kaki meronta, Kepala…
Read more
Puisi

Puisi: Aku

“Aku”25 Agustus 2010 Lelah…Gontai langkah kecilkuMenyisir pantai setengah…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Khazanah’s Daily Digest and get the best of Khazanah Media, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *