Puisi

Menjelang Malam

Pergatian itu pasti.

Gulita telah mengungkapkannya pada terang

Seperti dinginnya embun,

Yang tunduk pada secangkir asa.

Harapku mulai bersenyawa dengan dengan sejumput bayangan qodrat.

Yang tersirat sebelum ku menganalmu, rabb ku

Aku hidup karena mu..dan mati karena mu..

Fase akhir perjalanan, mulai terendus.

Harum, mungkin ini qodar yang kau taburkan, sesaat tua menggandeng kepastian itu.

Terima kasih.

Karya: Iyan*)

Related posts
Puisi

Qarana

Melihat sepi dari jendela, Kemana hasrat itu berlari Rintihan hujan menambah kolase…
Read more
Puisi

Tak Ada Ruang

Melaksanakan kehidupan, Seperti jari bergerak, Kaki meronta, Kepala…
Read more
Puisi

Puisi: Aku

“Aku”25 Agustus 2010 Lelah…Gontai langkah kecilkuMenyisir pantai setengah…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Sign up for Khazanah’s Daily Digest and get the best of Khazanah Media, tailored for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *