Khazanah Darmediatama – Tidak terasa kita sudah memasuki bulan yang Penuh Berkah juga ampunan yaitu bulan Ramadhan dan tak terasa juga covid.19 sudah menunjukan akan segera berakhir sebagaimana pemberitaan di belahan dunia semua pembatasan sudah mulai di buka kembali, akan tetapi kita harus tetap waspada.
Selain kita harus meningkatkan kadar Ibadah, kita juga di tuntut untuk memiliki kebugaran yang bagus sebagai penunjang kita supaya lebih khusuk dalam beribadah juga untuk menjaga immun tubuh tetap kuat.
Nah, apakah selama kita di rumahkan aktifitas fisik/olahraga kita sudah betul? atau malah hanya pemanis update di media sosial saja?
Sebelum kita melakukan aktifitas fisik/olahraga sebaiknya kita fahami dulu prinsip dasar latihan fisik
Sebetulnya banyak sekali literatur tentang Prinsip – prinsip latihan fisik tapi kita coba terlebih dahulu cermati Prinsip umum latihan Fisik/olahraga sederhana diantaranya adalah :
- Frequency
Seberapa sering melakukan aktifitas fisik/berolahraga ? minimal kita harus melakukan 2 sampai 3 kali dalam 1 minggu
- Intensity
Untuk hal ini tentang kadar latihan yaitu intensitas sedang atau intensitas tinggi
- Time
Ini berkaitan dengan Durasi latihan ( minimal 30 – 45 menit )
- Type
Ini tentang jenis- jenis latihan fisik yang terdiri dari tiap individu yaitu diantaranya latihan aerobik,latihan penguatan, latihan flexibilitas
Setelah memahami salah satu literatur prinsip latihan fisik/olahraga langkah selanjutnya aktifitas olahraga bagaimana yang harus kita lakukan pada masa pandemi dan pada bulan puasa ini ?
Yang pertama hindari latihan dengan intensitas tinggi karena resiko terpapar infeksi tinggi ,kenapa demikian?? karena Setelah melakukan latihan fisik intensitas tinggi, akan terdapat periode “Open Window” sekitar 3-84 jam. Kondisi tubuh ketika itu sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terserang penyakit akibat latihan fisik yang dilakukan terlalu berat
Yang di sarankan menurut beberapa literatur yaitu aktifitas fisik/olahraga dengan intensitas sedang sehingga resiko terpapar infeksi rendah dan immun tubuh akan tetap terjaga.
yang kedua harus dilakukan adalah latihan aerobik, Latihan aerobik dapat dilakukan di dalam ataupun diluar ruangan jika memungkinkan dengan tetap mengutamakan prinsip “jaga jarak”, “hindari keramaian” dan “hindari sentuhan” serta tubuh dalam kondisi fit Misal:
(jalan cepat sekeliling rumah, atau naik-turun tangga di dalam rumah selama 10-15 menit, 2-3x/hari, dancing, lompat tali ,senam aerobik via Youtub atau banyak hal lain yang dapat kita aplikasikan dalam berbagai aktifitas aerobik)
Tetapi jangan lupa Batasi latihan aerobic (non-atlet) rentang waktu 30-45 menit dan untuk atlet 60 menit
Yang ketiga diantaranya adalah latihan kekuatan otot yang menggunakan beban tubuh, seperti push up, sit up, pull up, back up dan berbagai macam jenis aktifitas kekuatan yang menggunakan beban tubuh sendiri yang dapat kita download di smartphone,
Tetapi Hindari latihan dengan menggunakan beban yang sangat berat ( maximum load )
Misal CrossFit : latihan penguatan yang sebagian besar terdiri dari campuran latihan aerobik, latihan beban tubuh dengan intensitas tinggi yang sering kita temukan di aplikasi-aplikasi smartphone
Yang harus di hindari pada masa pandemi dan bulan puasa ini adalah Hindari duduk sepanjang hari, lakukan peregangan setiap 2 jam sekali, Peregangan statis dapat dilakukan dengan menahannya selama 10-15 detik.
Selanjutnya yang harus kita hindari adalah kekurangan minum karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi bahkan resiko terpapar infeksi, pastikan asupan cairan tercukupi sebelum, saat, dan sesudah latihan fisik, Tidak menggunakan pakaian tebal untuk memicu keringat berlebih
Yang harus di perhatikan supaya terhindar dari dehidrasi diantaranya :
- Weight : Pantau berat badan sebelum dan sesudah olahraga, Bisa jadi yg banyak terbuang adalah air dan harus segera distabilkan dengan Rumus = 1,5L x BB yg hilang
- Urine : 2-3 jam setelah olahraga jika warna urin masih kuning tandanya masih dehidrasi.
- Thrist : Jika tenggorokan kering dan terasa haus segera minum
Semua aktifitas fisik/olahraga pada masa pandemi dan pada masa bulan Ramadhan ini memang di sarankan pada sore hari beberapa saat menjelang berbuka sehingga kita akan terhindar dari bahaya dehidrasi, selain aktifitas fisik sudah barang tentu asupan makanan pun harus bagus, dan jangan berlebih, makan,makanan yang bergizi sarat protein di tunjang dengan buah-buahan yang mengandung vitamin c dan minum air mineral sesuai anjuran kesehatan.
Dengan keadaan tubuh bugar immun tetap terjaga dan ibadah kita di bulan ramadhan akan tetap khusuk tanpa kendala.*)Adhie Jho